Belakang Padang | Malam ketiga rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Belakang Padang kembali menghadirkan kemeriahan, Senin malam (22/9/2025). Warga RT 003 RW 004 Kebun Tempang berbondong-bondong memenuhi lokasi untuk menyaksikan pentas rakyat yang penuh canda riang dan tepuk tangan meriah.
Lenggok paling mencuri perhatian malam ini adalah pertandingan Joget Lambak. Lomba yang selalu ditunggu-tunggu warga ini sukses mengundang tawa sekaligus decak kagum. Setiap pasangan tampil penuh percaya diri dengan gerakan lincah dan ekspresi jenaka yang membuat penonton terhibur. Suasana semakin pecah ketika musik dimainkan, penonton ikut bersorak sambil bertepuk tangan mengikuti irama.
Pasangan Didit & Ita, Memet & Lina, serta Pian & Desi menjadi pusat perhatian malam itu. Mereka bukan hanya menampilkan joget yang seru, tetapi juga interaksi kocak yang membuat suasana semakin hidup. Banyak penonton yang sampai berdiri dari kursinya untuk memberi dukungan langsung.
Menariknya, panitia tidak hanya menyiapkan hadiah untuk juara 1, 2, 3, dan juara harapan 1. Peserta yang belum berhasil meraih gelar juara tetap mendapat bingkisan sebagai bentuk apresiasi dan partisipasi. Bingkisan tersebut merupakan dukungan dari Bunda Sri, yang secara khusus mensponsori perlombaan Joget Lambak malam ini. Hal ini menambah semangat peserta untuk tampil total tanpa rasa kecewa meski tidak menjadi juara.
Selain joget lambak, panitia juga menyuguhkan berbagai lomba lain seperti fashion show anak-anak, pop ye-ye, dan karaoke. Meski demikian, joget lambak tetap menjadi magnet yang paling menyedot perhatian penonton karena keseruannya yang khas dan melibatkan emosi kebersamaan.
Acara dipandu oleh Ardi yang tampil penuh energi, memandu jalannya perlombaan dengan gaya komunikatif sehingga suasana semakin cair. Untuk menjaga penilaian tetap objektif, dewan juri yang terdiri dari Wan Hilda, Nurizan, dan Desi menilai peserta berdasarkan kreativitas, kekompakan, serta kemampuan menghibur penonton.
Rina, selaku panitia, mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya malam ketiga.
“Joget lambak memang selalu jadi favorit. Warga tidak hanya terhibur, tapi juga merasakan kebersamaan yang hangat. Terima kasih juga kepada Bunda Sri atas dukungan bingkisan untuk para peserta. Semoga tradisi ini terus hidup di tengah masyarakat Kebun Tempang,” ujarnya.
Malam kesenian ini sekali lagi membuktikan bahwa seni tradisi mampu menyatukan warga. Joget lambak bukan sekadar lomba, melainkan wadah silaturahmi yang mempererat persaudaraan dalam suasana penuh keceriaan.





