Batam | Suatu kebanggaan tersendiri bagi Lapas Batam setelah salah satu petugasnya berhasil meraih Juara III pada ajang internasional Prison FitX Challenge ‘Iron Will’ yang diselenggarakan di Negara Brunei Darussalam tanggal 24–26 Oktober 2025.
Agung Prastio, yang bertugas sebagai Pengadministrasi Layanan Kunjungan di Lapas Batam, menunjukkan performa luar biasa dalam kompetisi yang melibatkan berbagai unit pemasyarakatan dari negara-tetangga. Dengan semangat “iron will” dan disiplin tinggi, ia berhasil membawa pulang medali perunggu sekaligus mengangkat nama Ditjen Pemasyarakatan di kancah Internasional.
kompetisi ini digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat kesehatan fisik dan mental petugas pemasyarakatan, sekaligus memfasilitasi pertukaran pengalaman antar negara dibidang Kepenjaraan.
Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto mengapresiasi tinggi terhadap keberhasilan ini. Ia menekankan bahwa prestasi ini bukan sekadar kemenangan individu, melainkan wujud nyata profesionalisme petugas pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
“Penghargaan ini memberi motivasi bagi seluruh jajaran Lapas Batam khususnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan menjaga kesehatan demi pelayanan yang optimal,” ujarnya.
Prison FitX Challenge merupakan ajang ketahanan fisik dan mental bagi petugas pemasyarakatan dari berbagai negara. Indonesia mengirimkan lima peserta, terdiri atas dua petugas pemasyarakatan untuk kategori individu dan tiga lainnya untuk kategori tim.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Mashudi dalam keterangan diterima, Senin, (27/10) menyampaikan apresiasi kepada atlet yang mewakili Indonesia di ajang tersebut.
“Khususnya lagi, kepada saudara Agung Prastio yang telah menghadiahkan medali perunggu untuk Indonesia. Ini merupakan contoh baik yang semoga dapat diikuti oleh petugas pemasyarakatan lainnya sesuai dengan kompetensinya masing-masing,” kata dia.
Menurut Mashudi, melalui partisipasi ini, Pemasyarakatan Indonesia membuktikan petugasnya tidak hanya prima dalam tugas, tetapi juga memiliki ketahanan fisik dan mental kuat untuk menyukseskan pembinaan warga binaan yang humanis dan berintegritas.
Ajang ini merupakan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-71 Departemen Penjara Brunei Darussalam. Selain menjadi wadah adu ketangkasan, Prison FitX Challenge juga menjadi sarana diplomasi antarnegara dalam bidang pemasyarakatan. Selama kegiatan, para peserta mengikuti berbagai aktivitas sosial, tur budaya, dan sesi berjejaring.
Agung mengaku bahagia dapat mempersembahkan medali pada perhelatan tingkat ASEAN tersebut. Dia berharap ajang seperti itu terus berkembang serta dapat mendukung energi dan kompetensi petugas pemasyarakatan di kawasan.
“Ini merupakan ajang yang sangat luar biasa. Selain menguji kekuatan, ketangkasan, dan sportivitas, juga mempererat hubungan antarpetugas pemasyarakatan di ASEAN,” ucapnya.
Sementara itu, Rindra Wardhana dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatra Utara, Muhammad Suhendra dari Balai Pemasyarakatan Kelas II Baubau, Muhammad Ashidiqi dari Lapas Kelas IIB Batang, dan Muh. Fadil dari Lapas Kelas IIA Bulukumba berhasil menyelesaikan tantangan dengan waktu memuaskan.
“Kegiatan luar biasa yang sangat bermanfaat bagi siapa saja, terutama yang pekerjaannya sangat berhubungan dan membutuhkan kemampuan fisik. Olahraga seperti ini sangat diperlukan untuk petugas pemasyarakatan guna meningkatkan kebugaran, sedangkan untuk memberikan semangat harus ada kejuaraan, baik rutin maupun insidental,” ujar Rindra.
Prison FitX Challenge: Iron Will 2025 dibuka oleh Sekretaris Tetap Kementerian Dalam Negeri Brunei Darussalam Awang Saliman bin Haji Burut pada Jumat (24/10).
Gelaran itu ditutup pada Minggu (26/10). Para peraih medali menerima penghargaan langsung dari Menteri Hal Ehwal Dalam Negeri Brunei Darussalam Haji Ahmaddin bin Haji Abdurrahman.





