Belakang Padang | Kesenian tradisional kuda kepang kembali menghibur masyarakat Pulau Penawar Rindu, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu malam (10/10/2026). Atraksi yang ditampilkan Paguyuban Seni Budaya Kuda Kepang Indrakila itu sukses menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan.
Pertunjukan yang digelar di Lapangan Indra Sakti, Belakang Padang, tersebut menjadi salah satu hiburan masyarakat pada malam Minggu. Warga berbondong-bondong datang untuk menyaksikan langsung atraksi para pemain kuda kepang, mulai dari kalangan anak-anak, remaja hingga orang dewasa.
Kuda kepang merupakan salah satu kesenian tradisional yang masih diminati masyarakat Pulau Penawar Rindu. Keberadaan Sanggar Seni Budaya Kuda Kepang Indrakila menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Paguyuban Seni Budaya Kuda Kepang Indrakila yang telah berdiri sejak 1973 ini melibatkan pemain dari kalangan remaja hingga senior yang memiliki kecintaan terhadap seni budaya tradisional.
Camat Apresiasi dan Dukung Pelestarian Budaya
Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, memberikan apresiasi terhadap kegiatan kesenian tradisional yang terus dikembangkan oleh masyarakat setempat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu terus didukung agar kesenian tradisional tidak hilang tergerus perkembangan zaman.
“Kami berharap seni budaya ini terus diasah oleh anak-anak Belakang Padang melalui Sanggar Budaya Indrakila Kuda Kepang Pulau Penawar Rindu. Kami mendukung penuh kegiatan positif ini,” tegas Abdul Hanafi.
Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong para generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan seni sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.
Kolaborasi Indrakila dan LMB dari Batam
Kem meriahan pertunjukan malam itu juga didukung kehadiran Mamas Ipin, guest star dari Langgeng Mukti Budoyo (LMB), Kota Batam.
Kehadiran Mamas Ipin menjadi bagian dari kolaborasi bersama Sanggar Seni Budaya Kuda Kepang Indrakila dalam menghadirkan hiburan bagi masyarakat Belakang Padang.
Sinergi antara kelompok seni dari Batam dan Belakang Padang tersebut turut memperkuat hubungan antarpelaku seni budaya serta membuka ruang bagi pertunjukan tradisional untuk terus berkembang.
Kolaborasi semacam ini juga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk saling berbagi pengalaman dan menjaga keberlangsungan kesenian kuda kepang di tengah masyarakat.
Hiburan Rakyat, UMKM Ikut Merasakan Dampak
Ramainya masyarakat yang menyaksikan pertunjukan turut menghidupkan suasana di sekitar lokasi acara. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperoleh tambahan penghasilan.
Kehadiran penonton yang memadati area pertunjukan memberikan kesempatan bagi pedagang untuk menawarkan berbagai produk dan makanan kepada pengunjung.
Bagi masyarakat, pertunjukan kuda kepang Indrakila menjadi hiburan yang dinantikan, terutama pada malam akhir pekan. Selain menikmati atraksi seni, warga juga dapat berkumpul dan mempererat hubungan sosial dalam suasana kebersamaan.
Salah seorang warga Belakang Padang mengaku senang dengan keberadaan pertunjukan tersebut karena dapat menjadi hiburan bagi masyarakat setempat.
Ia berharap Sanggar Seni Budaya Kuda Kepang Indrakila terus menggelar pertunjukan serupa agar masyarakat dapat menikmati kesenian tradisional tanpa harus pergi ke luar pulau.
Menurutnya, kegiatan seperti ini juga memberikan ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengenal lebih dekat budaya yang telah lama tumbuh di lingkungan mereka.
Dengan dukungan pemerintah kecamatan, masyarakat, serta kolaborasi kelompok seni dari Batam, Kuda Kepang Indrakila diharapkan terus berkembang sebagai salah satu identitas seni budaya Pulau Penawar Rindu.
Pertunjukan di Lapangan Indra Sakti itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab para seniman, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat.
Reporter : M. Yusuf Suhaili





