Batam | Batam dan Penang, Malaysia, akan terhubung melalui penerbangan langsung mulai 18 Oktober 2026. Batik Air membuka rute Batam-Penang dengan frekuensi tiga kali dalam sepekan.
Pembukaan rute baru tersebut menambah pilihan akses bagi masyarakat dan wisatawan dari Batam yang ingin bepergian ke Malaysia. Di sisi lain, konektivitas langsung ini juga membuka peluang bagi Penang untuk menjaring lebih banyak wisatawan asal Indonesia.
Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan Batik Air x Malaysia Tourism Trade Event yang digelar di Batam, Jumat (18/9/2026). Kegiatan itu mempertemukan pelaku industri perjalanan dan pariwisata dari Indonesia dan Malaysia untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendorong promosi destinasi kedua negara.
Head of Business Development and Compliance Batik Air dan Lion Group, Ramdas Shivram, mengatakan Penang memiliki beragam potensi yang dapat ditawarkan kepada wisatawan dari Batam.
Menurutnya, daya tarik Penang tidak hanya terletak pada sektor pariwisata dan kuliner, tetapi juga layanan kesehatan yang selama ini menjadi salah satu pilihan wisatawan Indonesia.
“Penang memiliki banyak yang ditawarkan, seperti makanan, fasilitas medis dan pariwisata. Selain Kuala Lumpur dan Langkawi, kini ada destinasi lain yang bisa dipromosikan secara langsung,” kata Ramdas.
Ia menyebut penerbangan langsung tersebut memberikan alternatif bagi wisatawan Batam untuk menuju Malaysia tanpa harus terlebih dahulu transit atau menjadikan Kuala Lumpur dan Langkawi sebagai pintu masuk.
Konektivitas tersebut juga diharapkan berjalan dua arah. Tidak hanya membawa wisatawan dari Batam menuju Penang, penerbangan langsung ini dinilai dapat memudahkan wisatawan Malaysia untuk berkunjung ke Batam.
“Ini bersifat dua arah. Banyak orang juga akan datang ke Batam, destinasi yang luar biasa ini,” ujarnya.
Sementara itu, Pengarah Tourism Malaysia Medan, Rosalinda Abdul Rahim, mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar yang penting bagi pariwisata Malaysia.
Menurutnya, kedekatan geografis antara Indonesia dan Malaysia menjadi salah satu modal dalam menarik wisatawan. Kesamaan bahasa, budaya, serta selera kuliner juga menjadi faktor pendukung.
“Malaysia dekat dengan Indonesia, bahkan ada yang tidak sampai dua jam. Kita serumpun, memiliki bahasa, budaya dan makanan yang hampir sama,” kata Rosalinda.
Beragam pengalaman wisata ditawarkan Malaysia kepada wisatawan Indonesia, mulai dari wisata alam, budaya hingga kuliner. Sejumlah makanan seperti roti canai, char kway teow, nasi lemak dan laksa juga menjadi bagian dari daya tarik yang dipromosikan.
Selain sektor pariwisata, Malaysia turut menawarkan sektor kesehatan. Fasilitas medis di sejumlah wilayah Malaysia menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat Indonesia yang membutuhkan layanan kesehatan maupun mencari second opinion.
Rosalinda mengatakan Tourism Malaysia bersama maskapai penerbangan, hotel, agen perjalanan dan pelaku industri lainnya akan terus memperkuat promosi melalui kampanye Malaysia 2026 yang diperpanjang hingga 2027.
“Kegiatan ini bukan saja platform untuk memperkenalkan kampanye Malaysia 2026-2027, tetapi juga peluang untuk memperkukuhkan jaringan antara pemain industri, agensi pelancongan dan pihak berkuasa pelancongan dari kedua-dua negara,” ujarnya.
Marketing Manager Tourism Malaysia Medan, Harsono Pane, menambahkan informasi mengenai paket perjalanan ke Malaysia dapat diperoleh masyarakat maupun agen perjalanan melalui laman resmi Tourism Malaysia dan media sosial.
Dengan dibukanya rute langsung Batam-Penang mulai 18 Oktober 2026, akses perjalanan antara kedua wilayah menjadi semakin terbuka.
Penerbangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas pariwisata Indonesia-Malaysia, sekaligus membuka peluang pertukaran wisatawan dan promosi destinasi secara lebih luas dari kedua arah.
Reporter : Eko





