Musrenbang Belakang Padang 2026 : Pelantar Penghubung Kampung Tangguh (Pulau Mat Belanda)–Sekanak Raya Jadi Prioritas 

Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, SE saat memberi sambutan di kegiatan musrenbang tingkat kecamatan belakang padang 2025, di gedung nasional kelurahan tanjung sari, Rabu (28/1)

Batam | Pembangunan pelantar penghubung antara Pulau Amat Belanda dan Pulau Sekanak Raya menjadi salah satu usulan prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Belakang Padang yang digelar di Gedung Nasional, Kelurahan Tanjung Sari, Rabu (28/1/2026).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Suhar, ST, yang mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.

Musrenbang tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Suhar, ST, yang mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat dalam menyusun arah dan prioritas pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Suhar menegaskan bahwa Musrenbang memegang peranan penting dalam menentukan skala prioritas pembangunan Kota Batam. Melalui forum ini, pemerintah menerima berbagai usulan masyarakat yang nantinya akan diseleksi dan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Forum ini sangat penting karena dari sinilah kita menerima berbagai usulan dan aspirasi masyarakat. Dari sini pula kita menentukan mana program yang menjadi prioritas utama,” ujar Suhar.

Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat Kecamatan Belakang Padang yang dinilai aktif menyampaikan masukan konstruktif bagi pemerintah daerah.

“Saya merasa berbahagia melihat antusiasme warga Belakang Padang yang turut berkontribusi melalui saran dan gagasan yang membangun,” tambahnya.

Lurah Sekanak Raya Muhammad Rohman, S.Pd.I bersama Tim saat meninjau lokasi bakal dibangunnya pelantar penghubung pulau Mat Belanda – Sekanak Raya, Rabu (28/)

Suhar menjelaskan, Musrenbang merupakan bagian dari sistem perencanaan pembangunan nasional yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga dibahas di tingkat kota. Seluruh usulan yang masuk nantinya akan dipadukan dengan Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (Renja OPD), hasil reses DPRD, serta pokok-pokok pikiran DPRD, guna menghasilkan perencanaan pembangunan yang terukur, komprehensif, dan tepat sasaran.

Pada kesempatan tersebut, Suhar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam selama 11 bulan kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 6,89 persen, sementara realisasi investasi melampaui target dengan capaian Rp69,9 triliun atau 115 persen dari target Rp60 triliun.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam meningkat menjadi 83,8, mencerminkan kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan juga berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, yang mengantarkan Kota Batam meraih penghargaan nasional atas kinerja pengentasan kemiskinan.

“Capaian ini menjadi indikator bahwa tata kelola pemerintahan kita berada di jalur yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Belakang Padang Abdul Hanafi, SE, menjelaskan bahwa Musrenbang Kecamatan Belakang Padang dilaksanakan dalam rangka pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Batam Tahun 2027. Usulan yang dibahas merupakan hasil rangkuman aspirasi dari Musrenbang tingkat kelurahan dan desa yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Usulan pembangunan yang diajukan hari ini merupakan program prioritas yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Abdul Hanafi.

Ia menyebutkan, pembangunan pelantar penghubung antara Kampung Tangguh (Pulau Amat Belanda) dan Pulau Sekanak Raya menjadi salah satu prioritas utama yang akan dikawal hingga Musrenbang tingkat Kota Batam. Pelantar tersebut direncanakan memiliki panjang 350 meter, lebar 3 meter, dengan total luas 1.050 meter persegi.

“Pembangunan pelantar ini sangat penting untuk meningkatkan konektivitas antar pulau dan mendukung aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Musrenbang Kecamatan Belakang Padang ini dihadiri oleh Kepala Bapelitbangda Kota Batam, Sekcam Belakang Padang Mexson Dody, S.STP, Danramil Belakang Padang Kapten Edi Ramuji, Kapolsek Belakang Padang, Danpolsal Sambu, Kepala UPT Puskesmas Belakang Padang, LPM se-Kecamatan Belakang Padang, kader Posyandu dan PKK, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.

Melalui Musrenbang ini, Pemerintah Kota Batam berharap dapat menyusun daftar prioritas pembangunan yang realistis dan tepat sasaran, sehingga arah pembangunan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Belakang Padang. (m. yusuf suhaili)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *