Nyaris Baku Hantam! Dugaan Pungli Parkir di Jembatan II Barelang, Polisi Turun Tangan

Batam | Video perselisihan antara seorang pengunjung dengan sejumlah pemuda di kawasan Jembatan II Barelang, Kota Batam, viral di media sosial. Keributan yang disebut terjadi pada Senin (17/8/2026) sore itu diduga dipicu persoalan pungutan parkir sebesar Rp5.000.

Dalam rekaman video yang beredar, seorang pengunjung terlihat terlibat adu mulut dengan pria yang disebut sebagai petugas parkir. Perselisihan kemudian semakin memanas setelah seorang pria lainnya datang ke lokasi dan ikut terlibat dalam perdebatan.

Bacaan Lainnya

Peristiwa itu bermula ketika pengunjung yang sedang berada di kawasan Jembatan II Barelang didatangi seorang pria yang meminta uang parkir. Pengunjung kemudian mempertanyakan dasar dan legalitas pungutan tersebut.

Pertanyaan mengenai legalitas pungutan itu kemudian memicu ketegangan. Pria yang disebut sebagai petugas parkir lantas memanggil seorang pria lain yang mengenakan pakaian singlet. Pria tersebut datang menggunakan sepeda motor bernomor polisi BP 3978 OR.

Keduanya kemudian terlibat adu mulut dengan pengunjung. Dalam video yang beredar, suasana semakin panas hingga sempat terjadi aksi saling dorong. Beruntung, perselisihan tersebut tidak berkembang menjadi perkelahian fisik yang lebih serius.

Pria yang disebut sebagai petugas parkir dalam rekaman tersebut tampak mempertahankan pungutan yang dilakukan. Mereka berdalih keberadaan mereka di kawasan Jembatan II Barelang untuk membantu menjaga keamanan pengunjung.

Mereka juga mengaku sebagai warga setempat dan merasa memiliki hak untuk melakukan pungutan kepada kendaraan yang datang ke kawasan tersebut.

Ketegangan akhirnya mereda setelah pria yang mengenakan singlet meninggalkan lokasi. Namun, rekaman perselisihan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memancing beragam tanggapan masyarakat.

Viralnya video itu sekaligus kembali menyoroti persoalan pungutan parkir di kawasan Jembatan II Barelang. Masyarakat mempertanyakan apakah pungutan tersebut memiliki dasar atau izin resmi dari pihak yang berwenang.

Terlebih, kawasan Jembatan II Barelang merupakan salah satu lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Kejelasan mengenai pengelolaan parkir dinilai penting agar pengunjung mengetahui pihak yang berwenang, tarif yang berlaku, serta mekanisme pembayaran yang resmi.

Menanggapi video viral tersebut, Kapolsek Bulang Ipda Aziz membenarkan adanya keributan di kawasan Jembatan II Barelang.

Ia mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan duduk perkara sebenarnya di balik perselisihan tersebut.

“Anggota lagi lidik ke lokasi. Nanti hasilnya akan kami sampaikan,” ujar Ipda Aziz, Selasa (18/8/2026) sore.

Menurutnya, kepolisian juga telah berkoordinasi dengan tim Cyber Polda Kepri untuk membantu melacak pihak-pihak yang terlibat dalam video yang beredar di media sosial.

Polisi masih mendalami informasi mengenai dugaan pungutan parkir tersebut, termasuk identitas pihak yang melakukan pungutan serta pihak-pihak yang terlibat dalam keributan.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai identitas pemuda yang diduga meminta uang parkir maupun pihak yang secara resmi mengelola parkir di lokasi tersebut.

Besaran pungutan yang disebut dalam video mencapai Rp5.000. Namun, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah pungutan tersebut merupakan parkir resmi atau dilakukan tanpa izin.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena status dan kewenangan pungutan yang belum jelas berpotensi menimbulkan kesalahpahaman antara pengunjung dan pihak yang meminta pembayaran.

Kepolisian kini diharapkan dapat mengungkap secara terang kronologi kejadian sekaligus memastikan status pungutan parkir di kawasan tersebut. Jika ditemukan adanya pelanggaran, langkah penertiban dapat dilakukan agar persoalan serupa tidak kembali memicu keributan dan keresahan di tengah masyarakat.

Sementara itu, masyarakat diimbau tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan video yang beredar. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan fakta sebenarnya dari peristiwa yang kini menjadi sorotan tersebut.

 

 

Reporter : Said Zulputra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *