Pasca Dugaan Pungli Mencuat, Kakanwil Imigrasi Kepri Diganti

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sujoto.

Batam | Pergantian pejabat di lingkungan Imigrasi Kepulauan Riau akhirnya terkonfirmasi setelah terbitnya Surat Keputusan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor M.IP-164.SA.03.04 Tahun 2026. Beleid yang ditandatangani Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, itu mengatur pemberhentian dari jabatan manajerial serta pengangkatan ke posisi nonmanajerial bagi sejumlah pejabat strategis.

Dalam keputusan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sujoto, dimutasi dari jabatannya dan kini menempati posisi sebagai Analis Keimigrasian Ahli Madya di tingkat pusat. Pergeseran ini turut diikuti Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad, yang juga dipindahkan ke jabatan serupa.

Sejumlah nama baru disiapkan untuk mengisi posisi strategis tersebut. Jabatan Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kepulauan Riau akan diemban oleh Guntur Sahat, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Selatan. Sementara itu, posisi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam dipercayakan kepada Wahyu Eka Putra, yang sebelumnya bertugas sebagai Analis Keimigrasian Ahli Madya di Direktorat Jenderal Imigrasi.

Sumber internal di lingkungan Imigrasi Batam membenarkan adanya mutasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa proses pergantian jabatan saat ini tengah berlangsung dan pelantikan pejabat baru telah dijadwalkan dalam waktu dekat.

“Memang ada mutasi. Besok dijadwalkan pelantikan pejabat baru, termasuk Kepala Kantor Wilayah Kepulauan Riau dan Kepala Imigrasi Batam,” ujarnya, Rabu (8/4).

Hingga berita ini diturunkan, pihak Humas Imigrasi Batam belum memberikan tanggapan resmi terkait mutasi tersebut.

Pergantian pejabat ini mencuat pasca sorotan publik terhadap dugaan praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas Imigrasi di Pelabuhan Internasional Batam Center. Kondisi tersebut memperkuat urgensi langkah penyegaran organisasi, sekaligus menumbuhkan harapan akan pembenahan tata kelola dan peningkatan kualitas pelayanan keimigrasian di wilayah perbatasan strategis tersebut.

 

Pewarta : Said

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *