Tim PKP Angkatan II Kelompok 2 Tahun 2026 Pelajari Inovasi dan Tata Kelola Pelayanan Publik di BBPOM Medan

Studi Lapangan Menjadi Sarana Penguatan Kepemimpinan, Pengendalian Pekerjaan, dan Pengembangan Inovasi Pelayanan Publik

Medan | Tim Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II Kelompok 2 Tahun 2026 melakukan studi lapangan di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Kamis (8/10/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran peserta untuk menggali dan mempelajari praktik baik dalam kepemimpinan, tata kelola organisasi, pengendalian pekerjaan, hingga pengembangan inovasi pelayanan publik.

Melalui studi lapangan ini, peserta tidak hanya memperoleh gambaran mengenai pengelolaan organisasi, tetapi juga mempelajari bagaimana inovasi dan pemanfaatan teknologi dapat diterapkan untuk menghadirkan pelayanan yang transparan, inklusif, efektif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Tim PKP Angkatan II Kelompok 2 Tahun 2026 beranggotakan 10 pejabat pengawas dari berbagai satuan kerja keimigrasian. Mereka terdiri atas Ayyub Abdul Muqisth dari Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjungpinang, Januwardi dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang, Luqman Fachrul dari Rumah Detensi Imigrasi Medan, Muhammad Merdhi Berliano dari Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri, Nyak Cut Sakarima Rahmah dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa, Philip Rio Meliala dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun, Reza Mulyawan dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang, Sukmono Adi Wibowo dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Teuku Putra Azis dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe, serta Wahyudi dari Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Dabo Singkep.

Di BBPOM Medan, peserta mendapatkan pemaparan mengenai tata kelola organisasi yang memiliki wilayah kerja di 12 kabupaten/kota di Sumatera Utara dengan dukungan 132 sumber daya manusia.

Di bawah kepemimpinan Kepala BBPOM di Medan, Mojaza Sirait, S.Si., Apt., M.M., peserta juga mempelajari pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang telah dirintis sejak 2019.

Pembelajaran kemudian diarahkan pada sistem pengawasan obat dan makanan secara menyeluruh atau full spectrum, melalui mekanisme pre-market control dan post-market control. Peserta juga mempelajari pengelolaan 10 jenis layanan publik yang dijalankan BBPOM Medan.

Aspek inovasi menjadi salah satu bagian penting dalam studi lapangan tersebut. BBPOM Medan memiliki 13 inovasi pelayanan, yakni ANTENA LIVE, SAHATA, ANDALIMAN, PORTAL MEDAN, SIAP GRAK, ZERO WASTE, SIDUMA, GIGAWATI, BESUA, GABE, HORAS LAE, MARTATA, dan DONGAN QUIZ.

Beragam inovasi tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi peserta dalam melihat bagaimana sebuah organisasi pemerintah mengembangkan pelayanan yang adaptif sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah ANTENA LIVE, yakni penyampaian informasi kepada masyarakat melalui siaran langsung di media sosial. Inovasi ini membuka ruang komunikasi dua arah sehingga masyarakat dapat berinteraksi secara langsung dengan petugas.

Selain itu, peserta mempelajari penerapan layanan digital yang ramah bagi penyandang disabilitas, sistem antrean secara daring, serta forum komunikasi internal BOOSTIFY yang digunakan untuk mendukung penguatan budaya kerja BerAKHLAK.

Berbagai praktik tersebut memberikan gambaran bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik tidak hanya bergantung pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga membutuhkan kepemimpinan pelayanan, tata kelola yang baik, pengendalian pekerjaan yang efektif, serta budaya organisasi yang mampu beradaptasi terhadap perubahan.

Melalui studi lapangan ini, peserta PKP diharapkan dapat mengidentifikasi praktik-praktik yang relevan untuk kemudian diadaptasi sesuai kebutuhan, karakteristik, dan kondisi satuan kerja masing-masing.

Hasil pembelajaran tersebut selanjutnya diharapkan dapat memperkuat kompetensi kepemimpinan pengawas, meningkatkan efektivitas tata kelola organisasi, serta mendorong pengembangan inovasi pelayanan publik yang profesional, transparan, akuntabel, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Reporter : M. Yusuf Suhaili
Editor : Zaki

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *