Bau Menyengat Ungkap Mayat Perempuan di Kamar Kos Sei Beduk, Polisi Temukan Ceceran Darah

Batam | Bau menyengat yang tercium sejak pagi mengantarkan warga pada penemuan mayat seorang perempuan di kamar kos B10, Perumahan Puri Agung 4, Blok F1 Nomor 10, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk, Batam, Selasa (27/10). Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan sejumlah ceceran darah di sekitar lokasi.

Korban diketahui bernama Sunarti Adian, 24, yang bekerja di PT Infineon. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban dan mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Bacaan Lainnya

Penemuan itu bermula sekitar pukul 06.05 WIB. Dua warga yang baru pulang dari kebun mencium aroma tidak sedap di sekitar rumah mereka. Awalnya, keduanya mengira bau tersebut berasal dari dalam rumah. Namun, setelah pendingin ruangan atau AC dimatikan, aroma menyengat justru semakin terasa.

Sekitar pukul 09.00 WIB, bau serupa kembali tercium ketika keduanya hendak keluar rumah. Mereka kemudian menelusuri sumber aroma tersebut hingga mengarah ke kamar kos yang ditempati korban.

Pintu kamar telah diketuk beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban. Kedua warga itu kemudian meminta seorang warga lainnya untuk ikut menyaksikan saat kamar dibuka.

Ketika pintu terbuka, mereka melihat bercak darah di bagian belakang pintu kamar. Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Personel Polsek Sungai Beduk tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB. Tim Inafis Polresta Barelang kemudian menyusul untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Sungai Beduk, Iptu Ady Satrio Gustian, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Polisi masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kemungkinan autopsi terhadap jenazah.

“Untuk saat ini belum bisa disimpulkan. Korban ditemukan bersimbah darah, ada ceceran darah dan luka di tubuh korban. Kita tunggu pihak keluarga untuk meminta izin autopsi,” ujar Ady.

Dalam pemeriksaan awal, polisi juga menemukan bercak darah di sekitar korban yang diduga telah disiram tepung. Selain itu, telepon seluler merek iPhone milik korban tidak ditemukan di lokasi.

Nomor telepon yang tercatat milik korban juga dilaporkan tidak aktif. Sejumlah temuan tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan polisi untuk mengungkap kronologi dan penyebab kematian korban.

Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat bersama seorang warga saat pergi ke pasar pada Minggu (25/10) pagi. Namun, sejak Senin (26/10) pagi, korban sudah tidak dapat dihubungi.

Sekitar pukul 11.00 WIB, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan bukti di lokasi dan mendalami keterangan para saksi. Penyebab kematian Sunarti serta ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *