Batam | Bau busuk yang menyengat disertai kerumunan lalat dan semut mengungkap kematian Sunarti Adian, 24, di kamar kosnya di Perumahan Puri Agung 4, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk, Batam, Selasa (27/10).
Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan sekitar 21 luka tusukan di tubuhnya. Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) juga menemukan sebilah pisau yang kini menjadi salah satu barang bukti untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Pemilik kos, Asnal, mengatakan kecurigaan bermula sekitar pukul 09.00 WIB ketika dirinya pulang dari kebun. Saat itu, ia mencium bau busuk di sekitar rumahnya. Bersama suaminya, Husna, ia kemudian mencari sumber aroma tersebut karena menduga ada bangkai di dalam rumah atau di parit sekitar permukiman.
“Awalnya kami mencari tahu, apakah ada bangkai di dalam rumah atau di parit. Ternyata, ada banyak lalat dan semut mengarah ke kamar kos di samping rumah,” ujar Asnal.
Merasa curiga, Asnal kemudian mengetuk pintu kamar korban. Namun, tidak ada jawaban dari dalam. Ia akhirnya membuka pintu menggunakan kunci serep.
Begitu pintu terbuka, bau busuk semakin menyengat. Asnal mendapati Sunarti dalam kondisi mengenaskan di dalam kamar. Husna kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Personel Polsek Sungai Beduk tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB. Tim Inafis Polresta Barelang kemudian menyusul untuk melakukan pemeriksaan di TKP dan mengumpulkan barang bukti.
Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan ceceran darah di sekitar korban yang disebut telah ditaburi tepung. Selain itu, sebilah pisau juga ditemukan di lokasi. Polisi masih perlu memeriksa barang bukti tersebut untuk memastikan apakah berkaitan dengan kematian Sunarti.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban mengalami sekitar 21 luka tusukan dan memar di bagian kepala. Luka-luka tersebut diketahui melalui pemeriksaan medis di rumah sakit.
Pakaian korban juga disebut telah berganti dan tidak menunjukkan robekan yang sebanding dengan banyaknya luka tusukan yang ditemukan pada tubuhnya. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu didalami penyidik untuk merekonstruksi rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan.
Sunarti diketahui telah tinggal di kamar kos tersebut selama sekitar lima bulan. Ia bekerja di PT Infineon, tetapi sedang menjalani cuti karena cedera pada lengan yang sebelumnya dipasangi pen belum pulih. Pen pada lengan korban dilaporkan terlepas saat ditemukan.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa korban sempat melakukan perlawanan. Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pendalaman melalui pemeriksaan medis serta penyelidikan kepolisian.
Di mata warga sekitar, Sunarti dikenal sebagai pribadi yang baik. Ibu Ketua RT 04/RW 21 Kelurahan Mangsang, Ratna Wulandari, mengatakan korban memiliki kebiasaan tidak langsung membuka pintu ketika ada tamu.
“Anaknya baik. Kalau ada tamu, dia biasanya tidak langsung membuka pintu. Dia mengajak ngobrol dulu dari jendela, baru keluar atau membuka pintu,” kata Ratna.
Sementara itu, Kapolsek Sungai Beduk Iptu Ady Satrio Gustian mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Polisi masih menunggu pihak keluarga untuk meminta persetujuan autopsi guna mengetahui lebih jauh penyebab kematian Sunarti.
“Saat ini belum bisa disimpulkan. Korban ditemukan bersimbah darah, ada ceceran darah dan luka di tubuh korban. Kita tunggu pihak keluarga untuk meminta izin autopsi,” ujarnya.
Jenazah Sunarti telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri sekitar pukul 11.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kondisi jenazah yang mulai membusuk mengindikasikan bahwa korban kemungkinan telah meninggal beberapa waktu sebelum ditemukan. Namun, waktu pasti kematian belum diketahui dan perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis.
Hingga kini, polisi masih mendalami keterangan para saksi dan mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian. Motif serta pihak yang bertanggung jawab atas kematian Sunarti juga belum diketahui.
Pemeriksaan lebih lanjut, termasuk terhadap pisau yang ditemukan di TKP dan hasil autopsi jika dilakukan, diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap rangkaian kejadian di balik kematian perempuan berusia 24 tahun tersebut.





