Calo Tiket Mudik Merajalela di Pelabuhan Batam, Kapolda Kepri Perintahkan Satgas Gakkum Perketat Pengawasan

Batam | Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) menegaskan komitmennya untuk menindak tegas praktik percaloan tiket kapal selama masa arus mudik Lebaran. Langkah ini dilakukan guna melindungi masyarakat dari pembelian tiket di atas tarif resmi serta menjaga keselamatan pelayaran.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin mengatakan pihaknya telah memerintahkan Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) untuk berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna mengantisipasi praktik percaloan di pelabuhan.

“Saya sudah perintahkan Satgas Gakkum untuk berkoordinasi dengan PT ASDP, KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan), serta Pelni di Batu Ampar maupun di sini. Kalau sampai kami mendapatkan calo itu, akan kami proses lebih lanjut,” ujar Asep saat meninjau Posko Angkutan Lebaran di Pelabuhan Telaga Punggur, Sabtu (14/3).

Ia menegaskan tidak akan ada toleransi bagi pihak-pihak yang terlibat dalam praktik percaloan.

“Siapapun itu akan kami lakukan penegakan hukum,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan masyarakat terkait pembelian tiket penumpang pejalan kaki untuk kapal ASDP yang dijual oleh calo dengan harga sekitar Rp350 ribu, padahal tarif resmi untuk rute menuju Kuala Tungkal hanya berkisar Rp180 ribuan.

Kapolda juga mengimbau masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran tiket dari calo yang kerap menjanjikan keberangkatan lebih cepat.

“Saya imbau kepada masyarakat jangan sampai menjadi korban pencaloan,” katanya.

Menurut Asep, pembatasan jumlah penumpang di kapal merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan pelayaran selama masa angkutan Lebaran. Karena itu, penjualan tiket tambahan secara ilegal tidak boleh terjadi.

Ia mencontohkan, jika kapasitas kapal hanya 800 penumpang, maka tidak boleh dipaksakan mengangkut hingga 1.000 penumpang hanya demi mengejar keuntungan.

“Unsur keselamatan itu yang diprioritaskan. Kalau kapasitas hanya 800, tidak boleh dipaksakan naik lebih dari itu,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, operator kapal juga telah menyiapkan armada tambahan agar masyarakat yang belum mendapatkan tiket tetap dapat terangkut.

“Kalau hari ini sudah penuh, ASDP sudah menyiapkan armada tambahan untuk mengakomodir penumpang yang belum mendapatkan tiket,” kata Asep.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau pelaksanaan angkutan mudik di sejumlah pelabuhan di wilayah Kepri.

Ia menjelaskan bahwa saat ini pembelian tiket kapal ASDP telah dilakukan secara daring melalui sistem resmi guna menutup celah praktik percaloan.

“Penjualan tiket hanya dilakukan secara online melalui Ferizy agar tidak ada lagi praktik percaloan,” kata Ansar.

Ansar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepri juga meninjau langsung sejumlah titik keberangkatan penumpang untuk memastikan kelancaran arus mudik.

Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain kapal Pelni Bintang 99, Pelabuhan Harbour Bay, hingga Pelabuhan Telaga Punggur.

“Hari ini kami melihat langsung beberapa titik keberangkatan mudik. Di pelabuhan juga terlihat banyak penumpang yang sedang menunggu keberangkatan,” ujarnya.

 

Pewarta : Maradona Agusti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *