Batam | Seorang pemuda berinisial MD (26) nekat memanjat tower sinyal atau Base Transceiver Station (BTS) setinggi puluhan meter di kawasan Tembesi Tower, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Rabu (25/2/2026) sore. Aksi tersebut sontak mengundang perhatian warga dan pengendara, bahkan sempat menyebabkan kemacetan dari arah Mukakuning menuju Tembesi.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, MD yang mengaku sebagai pemulung itu diduga hendak melakukan pencurian. Saat aksinya dipergoki dan diteriaki maling oleh warga, ia justru panik dan memilih memanjat tower untuk menyelamatkan diri.
“Mau maling, diteriaki lalu manjat,” ujar Romi, salah seorang warga sekitar.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh JF, Koordinator Lapangan tower jaringan milik PT Bersama Group, yang bekerja sama dengan operator Smartfren, Telkomsel, dan Indosat. Saat melintas di sekitar lokasi, JF melihat seorang pemuda berada di atas tower dalam ketinggian yang cukup membahayakan. Menyadari potensi risiko, ia segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batu Aji.
Mendapat laporan itu, Kapolsek Batu Aji AKP Bayu Rizki Subagyo, S.Tr.K., S.I.K., langsung berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait, di antaranya Satuan Brimobda Kepulauan Riau, Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran BP Batam, serta Puskesmas Batu Aji yang bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu cukup lama. Selama kurang lebih empat jam, petugas gabungan berupaya membujuk MD agar turun secara persuasif demi keselamatannya. Personel Sat Brimobda Kepri, Bharatu Renaldi, menjadi petugas pertama yang berhasil menjangkau dan menenangkan korban di atas tower. Bahkan, ia sempat memeluk MD untuk meredakan kepanikan sebelum bersama Tim Rescue Damkar BP Batam mengevakuasinya turun dengan selamat sekitar pukul 16.15 WIB.
Setelah berhasil dievakuasi, MD langsung diamankan dan dibawa ke Mapolsek Batu Aji untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kepada petugas, ia mengaku hanya memulung di sekitar area tower dan panik setelah diteriaki maling.
Kanit Reskrim Polsek Batu Aji, Iptu Billy Pratama Putra, membenarkan bahwa pihaknya masih mendalami dugaan percobaan pencurian tersebut. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari pihak yang merasa dirugikan maupun barang bukti yang menguatkan adanya tindak pidana.
“Masih kita periksa. Yang dirugikan juga belum ada melapor,” ujarnya.
Kapolsek Batu Aji menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan saksi guna memastikan motif sebenarnya dari aksi nekat tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan kepada pihak kepolisian, baik dengan mendatangi kantor polisi terdekat maupun melalui layanan Call Center Polri di nomor 110, agar dapat segera ditindaklanjuti dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Pewarta : Eko





