Batam | Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus memperluas layanan Trans Batam. Tahun ini, Dishub menyiapkan pembangunan delapan halte baru di sejumlah titik strategis sebagai bagian dari peningkatan kualitas transportasi publik di Kota Batam.
Pembangunan halte tersebut menyusul bertambahnya armada dan pembukaan rute baru Trans Batam, termasuk layanan menuju Bandara Internasional Hang Nadim yang mulai dioperasikan pekan ini.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Trans Batam Dishub Kota Batam, Bambang Sucipto, mengatakan semula pemerintah hanya merencanakan pembangunan lima halte. Namun, dalam perubahan anggaran jumlah tersebut ditingkatkan menjadi delapan halte.
”Awalnya lima halte, kemudian bertambah menjadi delapan halte pada perubahan anggaran. Pembangunannya ditargetkan mulai bulan depan,” kata Bambang usai peluncuran layanan Trans Batam di Bandara Hang Nadim, Senin (29/6).
Ia menjelaskan, setiap halte dibangun dengan anggaran sekitar Rp90 juta. Saat ini proses pengadaan masih berlangsung dan ditargetkan seluruh pembangunan dapat direalisasikan pada tahun ini.
”Nilai satu halte sekitar Rp90 juta dan sekarang masih dalam proses lelang. Target kami seluruhnya bisa selesai tahun ini,” ujarnya.
Beberapa lokasi yang telah dipastikan akan dibangun antara lain di kawasan Bundaran Basecamp menuju Batam Centre, depan Masjid Agung Raja Hamidah, depan Aviari Batuaji, serta Simpang Batu Besar menuju Nongsa.
Sementara tiga titik lainnya masih dalam tahap finalisasi dan akan ditentukan berdasarkan kebutuhan pelayanan serta hasil kajian lalu lintas.
Selain membangun halte baru, Dishub juga terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan fasilitas di sejumlah koridor yang mengalami peningkatan jumlah penumpang.
Salah satu kawasan yang dinilai membutuhkan tambahan halte berada di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di sekitar Kepri Mall hingga arah Polresta Barelang.
Namun Bambang mengatakan pembangunan halte di kawasan tersebut belum masuk dalam program tahun ini. Menurut dia, halte nantinya akan dibangun di jalur lambat atau frontage road, bukan di badan jalan utama, agar aktivitas naik turun penumpang tidak mengganggu arus lalu lintas.
”Di kawasan itu idealnya membutuhkan empat halte di sisi kanan dan empat halte di sisi kiri jalan. Tetapi itu belum masuk daftar pembangunan tahun ini,” katanya.
Dishub juga tengah mengusulkan pembangunan halte di kawasan industri baru yang berada di depan Imperium. Menurut Bambang, pembangunan fasilitas tersebut direncanakan melalui kolaborasi dengan pihak swasta sebagai bagian dari penyediaan infrastruktur pendukung kawasan.
”Di depan Imperium akan berkembang kawasan industri baru. Kami sedang mengusulkan agar halte dibangun di sana dan nantinya pihak pengembang yang akan membangunnya,” ujar Bambang
Pewarta : Maradona Agusti





