Telinga Robek Diduga Dikeroyok di Bengkong, Ibu Korban Tuntut Keadilan, Kapolsek: Masih Penyelidikan

Batam | Seorang pemuda bernama Ramadhan Vikriansyah (21), warga Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, diduga menjadi korban pengeroyokan di depan pertokoan kawasan Golden Prawn, Kecamatan Bengkong, Sabtu (17/10/2026) dini hari. Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami luka sobek pada telinga kanan serta luka di sejumlah bagian tubuh.

Ibu korban, Santi Dewi, meminta pihak kepolisian mengusut tuntas peristiwa yang menimpa putranya tersebut. Ia berharap orang-orang yang diduga terlibat segera teridentifikasi dan diproses sesuai ketentuan hukum.

Bacaan Lainnya

“Saya mau menuntut keadilan untuk putra saya. Saya tidak terima anak saya dianiaya dan dikeroyok. Pelakunya harus bisa ditemukan oleh pihak yang berwajib,” ujar Santi Dewi kepada wartawan, Sabtu (17/10/2026).

Berdasarkan keterangan keluarga dan dokumen laporan polisi yang diperoleh, peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.40 WIB, tepatnya di depan Andrews Party Mart, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong.

Saat kejadian, kawasan pertokoan tersebut disebut masih ramai setelah aktivitas hiburan malam berakhir.

Menurut penuturan Santi, sebelum insiden terjadi, Ramadhan bersama sejumlah temannya sempat berada di sebuah bengkel milik rekannya di kawasan Bengkong. Setelah menghabiskan waktu beberapa jam, mereka berencana pulang ke rumah di kawasan Tanjung Riau.

Dalam perjalanan, Ramadhan melihat keramaian di depan pertokoan Golden Prawn. Ia kemudian menghentikan mobil dan turun untuk menemui Deja, yang disebut sebagai teman adiknya.

Korban disebut sempat menanyakan keberadaan seseorang bernama David. Namun, setelah pertanyaan itu disampaikan, situasi diduga berubah menjadi aksi kekerasan.

Berdasarkan informasi awal yang diterima keluarga, seorang pria bertubuh tinggi dengan mengenakan jaket parasut diduga menerjang Ramadhan hingga terjatuh. Sejumlah orang lainnya kemudian disebut ikut memukul dan menendang korban.

Santi juga menuturkan, salah seorang terduga pelaku diduga melukai telinga kanan putranya menggunakan kunci sepeda motor hingga mengalami luka sobek dan berdarah.

Tak hanya itu, korban dilaporkan mengalami kekerasan pada bagian kepala, wajah, punggung, dan perut. Bahkan, menurut keterangan yang diterima keluarga, seseorang diduga menginjak wajah Ramadhan saat ia terjatuh.

Sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi kemudian disebut berusaha melerai dan melindungi korban. Sementara itu, teman Ramadhan yang berada di dalam mobil mendengar keributan tersebut, lalu menghampiri dan membantu membawa korban meninggalkan lokasi kejadian.

Setelah kejadian itu, Ramadhan pulang bersama teman-temannya. Keluarga kemudian meminta agar peristiwa tersebut diproses secara hukum.

“Anak saya sudah pulang ke rumah bersama teman-temannya. Kami ingin kasus ini diproses dan orang-orang yang melakukan penganiayaan terhadap anak saya ditemukan,” kata Santi.

Laporan Diterima Polsek Bengkong

Berdasarkan dokumen Surat Tanda Terima Laporan Polisi yang diperoleh, Ramadhan telah melaporkan dugaan pengeroyokan tersebut ke Polsek Bengkong pada Sabtu (17/10/2026), sekitar pukul 10.30 WIB.

Dalam uraian laporan, korban menerangkan bahwa sejumlah orang yang tidak dikenalnya diduga melakukan kekerasan secara bersama-sama. Korban mengaku dipukul menggunakan kunci sepeda motor, kemudian dipukul dan ditendang ketika terjatuh.

Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami luka sobek pada telinga kanan dan bagian kanan kepala. Identitas pihak yang dilaporkan masih dalam penyelidikan kepolisian.

Kapolsek Bengkong, AKP Tigor Sidabariba, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut.

Menurut Tigor, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa dua orang saksi. Penyidik juga masih memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi untuk mendalami kejadian.

“Laporan korban telah kami terima hari ini. Kami juga sudah olah TKP di lokasi kejadian. Sudah dua saksi kami periksa. Kami masih memeriksa rekaman CCTV kejadian,” kata Tigor.

Ia menegaskan, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap secara jelas kronologi dan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

“Belum bisa disimpulkan itu penganiayaan. Masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Polisi masih mendalami keterangan saksi dan rekaman CCTV guna memastikan rangkaian kejadian serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.

 

Wartawan : Eko

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *