Usai Tangkap Basri di Malaysia, Bareskrim Kini Kejar Yuwanki Pemilik Planet Batam

Jakarta | Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menetapkan Yuwanki sebagai tersangka sekaligus memasukkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia merupakan pemilik HH Club Planet 3.0 Pub & KTV Batam, Kepulauan Riau.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan Yuwanki merupakan bandar narkoba. Ia disebut menyediakan narkotika bersama tersangka Basri Lewaimang (50) yang telah ditangkap lebih dahulu.

Bacaan Lainnya

“Terkait DPO atas nama tersangka Yuwanki, selaku pemilik THM Planet Batam sekaligus bandar narkoba yang menyediakan berbagai jenis narkoba di THM Planet Batam bersama tersangka Basri,” kata Eko dalam keterangannya dikutip, Kamis (20/8)

Penyidik Bareskrim bekerja sama dengan Interpol untuk memburu Yuwanki.

“Penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim akan terus melakukan pengejaran kepada ybs, bekerja sama dengan Divhubinter Polri dan Interpol,” jelasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap Basri Lewaimang, pengelola tempat hiburan malam HH Club Planet 3.0 Pub & KTV Batam yang sebelumnya masuk dalam DPO. Basri ditangkap di Johor Bahru, Malaysia.

Kanit III Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kompol Drago mengatakan penangkapan Basri dilakukan melalui kerja sama dengan Divhubinter Polri dan Interpol.

“Untuk DPO Basri ini kerja sama dengan Divhubinter Polri dan Interpol, yang mana yang bersangkutan terpantau di daerah Johor Bahru, Malaysia. Jadi diamankan sekitar pukul 00.30 waktu Malaysia,” kata Drago kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (20/8).

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya dua alat komunikasi, sejumlah uang dalam pecahan rupiah, dolar Singapura, dan ringgit Malaysia.

Polisi juga mengamankan tiga lembar catatan yang diduga merupakan rekapan penjualan narkotika.

“Untuk yang diamankan pada saat di Malaysia, ada dua alat komunikasi, terus beberapa pecahan mata uang rupiah, dolar Singapura, dan ringgit, dan tiga rangkap tulisan catatan rekapan yang diduga rekapan narkotika,” sebut Drago.

 

 

Editor : Aken

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *