Belakang Padang | Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang, Tedy Wibisono, melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus wisata religi ke Pulau Tolop, Kecamatan Belakang Padang, Rabu (11/2). Kegiatan tersebut menjadi momentum spiritual sekaligus langkah awalnya untuk lebih mengenal sejarah, budaya, dan nilai-nilai religius masyarakat setempat.
Pulau Tolop dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi di wilayah hinterland Kota Batam. Di pulau kecil yang tenang dan sarat nuansa spiritual itu, terdapat maqam para ulama terdahulu yang telah berjasa menyebarkan syiar Islam. Setiap menjelang Ramadhan, masyarakat setempat maupun peziarah dari berbagai daerah kerap datang untuk berdoa dan mengenang perjuangan para tokoh agama tersebut.
Sebagai pejabat baru yang dipercaya memimpin Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang, Tedy Wibisono menegaskan bahwa sudah menjadi kewajibannya untuk mengetahui seluk-beluk wilayah tugasnya, tidak hanya dari sisi administratif dan pelayanan keimigrasian, tetapi juga dari sisi sosial, budaya, dan keagamaan.
“Saya orang baru di Belakang Padang. Sudah menjadi kewajiban saya untuk mengenal lebih dekat wilayah ini, termasuk sejarah dan nilai-nilai religius yang hidup di tengah masyarakat. Apalagi menjelang Ramadhan 1447 H, momen ini sangat tepat untuk bersilaturahmi dan berziarah,” ujar Tedy di sela kunjungannya.
Dengan mengenakan busana bernuansa islami, Tedy tampak khusyuk memanjatkan doa di salah satu maqam ulama di Pulau Tolop. Baginya, ziarah bukan sekadar tradisi, tetapi juga pengingat akan perjuangan para pendahulu dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, persatuan, dan keteladanan.

Ia menilai Pulau Tolop memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi yang dapat dikembangkan lebih baik lagi. Selain sebagai tempat berziarah, pulau ini juga menyimpan kearifan lokal yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, khususnya dalam konteks wisata religi dan sejarah Islam di wilayah ini.
“Pulau Tolop ini bukan hanya tentang makam para ulama, tetapi tentang sejarah panjang dakwah Islam. Ini aset berharga yang harus kita jaga bersama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tedy Wibisono juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah agar memberikan perhatian lebih terhadap pengelolaan situs-situs religi di Pulau Tolop. Ia secara khusus menyoroti peran para penjaga maqam yang selama ini menjaga kebersihan dan kelestarian area pemakaman secara swadaya.
“Saya berharap pemerintah daerah dapat memberikan insentif kepada para penjaga maqam. Mereka memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kelestarian tempat wisata religi ini. Dengan dukungan yang memadai, tentu pengelolaan Pulau Tolop sebagai destinasi religi akan semakin baik,” tegasnya.
Menurutnya, kebersihan dan penataan kawasan menjadi faktor penting dalam mendukung kenyamanan peziarah, terlebih saat Ramadan, di mana intensitas kunjungan biasanya meningkat. Sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan instansi vertikal sangat dibutuhkan agar wisata religi di wilayah hinterland dapat berkembang secara berkelanjutan.
Kegiatan silaturahmi dan ziarah ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antara Kantor Imigrasi dengan masyarakat Belakang Padang. Tedy menegaskan komitmennya untuk hadir tidak hanya sebagai pejabat struktural, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut menjaga nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas.
Menjelang Ramadhan 1447 H, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan bulan suci sebagai momentum memperkuat ukhuwah islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga harmoni di wilayah perbatasan.
“Semoga Ramadhan tahun ini membawa keberkahan bagi kita semua, khususnya masyarakat Belakang Padang. Mari kita jaga silaturahmi, kebersamaan, dan nilai-nilai keimanan yang telah diwariskan para ulama terdahulu,” tutupnya.
Dengan langkah awal yang sarat makna spiritual tersebut, kehadiran Tedy Wibisono sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang diharapkan tidak hanya memperkuat pelayanan publik, tetapi juga mempererat ikatan sosial dan religius di wilayah perbatasan yang kaya sejarah dan nilai-nilai keislaman itu.
Pewarta : M. Yusuf Suhaili Editor : Zaki





